My Trip

Rabu, 07 Desember 2011

Rasa yang Tertinggal

Aku selalu menyukai suasana seperti ini. Keadaan yang tenang, suasana yang mendukung, background lagu yang mellow dan kamu yang tentunya sudah hadir dalam suasana kehidupanku  . Rasanya dengan semua ini sudah sangatlah cukup untuk membuatku tersenyum . Seakan kebahagiaan di seluruh dunia sedang berada dalam genggaman tanganku. heheheh lebay deCh qasim tapi dibalik semua itu timbul dua  pertanyaan buat saya .

yaitu “ dapatkah aku  mengatakannya” dan “ dapatkah dia merasakannya”  awalnya sih saya kira diriku ini dalam mimpi bisa kenal sama dia entahlah  waktu yang memberiku jawaban akan semuanya sehingga terjawab kalo sebenarnya sudah  jadi kenyataan.. sekian hari sudah terlewati rasanya ko’ semakin dekat, tapi entahlah  tetap saya belum mengerti dan tentunya tetap saja teringat dua pertanyaan sebelumnya  “ dapatkah aku  mengatakannya” dan “ dapatkah dia merasakannya” .

Entah karna tampangmu yang serius dan kadang  terlihat lucu di depan  mataku. Atau aku yang sudah kehilangan kewarasanku. Dan saat  itu pulalah saya terus  mencuri pandang kearahmu  aduuh semuanya itu kadang jawaban darinya  apa  adanya , walaupun  kau  mengira aku tidak bakalan mengetahuinya tapi saya sangat merasakan hal itu,  seperti  halnya di perutku dipenuhi ribuan kupu-kupu yang sedang menari. 

Pernah terlintas beberapa kali di benakku untuk bertanya tentang masa lalunya, tapi saya takut jika saya bertanya, takut jika dia tidak akan pernah memandangku dengan tatapan seperti itu lagi. Dan  saya takut jika tidak akan memanggilku dengan panggilan itu lagi, karena saya takut kehilangan akan semua itu. Mungkin ini kedengarannya lucu. Tapi, aku sangat menyukai tatapannya  yang sedang memandangiku, Seakan dialah malaikat yang diturunkan dari langit untukku jiaaah. Kedua bola matanya yang bening jelasmi iyya bening,  dan ada satu lagi dengan panggilan yang special buat saya . Itulah selalu membuatku ingin mencuri pandang kearahnya, meskipun  pekerjaan Aplikom lanjutan di depan laptopku ini sedang bertumpuk dikejar TAYANG.

Ntah kapan, pada malam itu knapa saya cerita masal lalu saya dan dia juga ceritakan ke saya  tentang masa lalunya yang begini dan begitu, iya selasai cerita  saya langsung kaget dan mengatakan pada dia,  Kalo begitu saya minta maaf mungkin kehadiran saya selama ini sehingga kehidupan kita begini dan begitu sekali lagi maaf, dan dia menjawab kembali astaga jujur bukan gara-gara kita jauh sebelumnya sudah begini dan begitu jadi kita nda punya salah apa dengan masa lalu saya .

 Dan dia mengatakan lagi pada saya mungkin ini sudah takdir saya karena  sich saya satu kelas sama dia, jadi mungkin saya bisa keluar dari semuanya ini setelah saya selasai kuliah, dan dia sampaikan lagi Masaya terima kasih atas kejujurannya. Semenjak itulah akhirnya saya tahu semuanya dan buat semuanya  saya titip pesan jika ada sepiring nasi didepan anda makanlah dia dan jangan mencari lagi nasi atau yang lebih lezat karena, karena nasi itu akan basi, nah  jika sudah basi kita tidak bisa dimakan kembali maka yang terjadi hanyalah penyesalan.

Terima kasih engkau telah sukses mencuri hatikuuh heheheh dan kalo begitu saya akui kalo saya kalah dengan alasan saya pengen liat masa lalu kita kembali seperti biasanya, karena “ aku tak mampu mengatakan , aku tak mampu tuk mengungkapkan hingga sampai saat ini perasaan tlah tertinggal.

Qasim

1 komentar: